jump to navigation

17 Dalil Nabi Muhammad Nabi Terakhir dari Al Qur’an dan Hadits 29 January 2008

Posted by tulisanasrofi in ISLAM.
trackback

Assalamu’ alaikum Wr. Wb,

Inilah 17 dalil tak ada Nabi baru setelah Muhammad.

TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH
—————————————–

1.  QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak
salah
    seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah
    Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”

2.  Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu
    Hurairah r.a. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

    “Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya
seperti orang
    yang membangun satu bangunan lalu dia membaguskan
dan
    membuat indah bangunan itu kecuali tempat batu
yang ada di
    salah satu sudut. Kemudian orang-orang
mengelilinginya dan
    mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu tidak
taruh batu
    ini.?’ Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya
penutup
    Nabi-nabi”

3.  Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin
Mut’im RA
    bahwa Nabi SAW bersabda:

    “Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya
Muhammad, saya
    Ahmad, saya Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan
kekafiran
    karena saya, saya Al-Hasyir yang mana manusia
berkumpul di
    kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi
setelahnya”
   
4.  Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban
Al-Thawil,
    bersabda Nabi Muhammad SAW:
   
    “Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku
nabi, dan
    saya penutup para Nabi dan tidak ada nabi
setelahku”

5.  Khutbah terakhir Rasulullah …

    ” …Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang
akan
    datang sesudahku dan tidak ada agama baru yang
akan lahir.
    Karena itu, wahai manusia, berpikirlah dengan baik
dan
    pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku
    tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah,
contoh-contoh
    dariku; dan jika kamu ikuti keduanya kamu tidak
akan pernah
    tersesat …”

6.  Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim
oleh
    Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal dunia,
seorang nabi
    lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang
akan datang
    sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi
penerusku
    (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).
   
7.  Rasulullah SAW menegaskan: “Posisiku dalam
hubungan
    dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat
dijelaskan
    dengan contoh berikut: Seorang laki-laki
mendirikan sebuah
    bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang
agung,
    tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk
tempat
    sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang
melihat
    sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi
keindahannya,
    tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang
hilang
    dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang
itu dan
    aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi”.
(Bukhari,
    Kitab-ul-Manaqib).
   
8.  Rasulullah SAW menyatakan: “Allah telah memberkati
aku
    dengan enam macam kebaikan yang tidak dinikmati
Nabi-nabi
    terdahulu: – Aku dikaruniai keahlian berbicara
yang efektif
    dan sempurna. – Aku diberi kemenangan kare musuh
gentar
    menghadapiku – Harta rampasan perang dihalalkan
bagiku. –
    Seluruh bumi telah dijadikan tempatku beribadah
dan juga
    telah menjadi alat pensuci bagiku. Dengan kata
lain, dalam
    agamaku, melakukan shalat tidak  harus di suatu
tempat
    ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun
di  atas
    bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku
diizinkan untuk
    berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan membersihkan
dirinya
    dengan tanah jika air untuk mandi langka. – Aku
diutus Allah
    untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh
dunia. – Dan
    jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku
(Riwayat
    Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)
   
9.  Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan
Kenabian
    telah sampai pada akhirnya. Tidak akan ada lagi
rasul dan
    nabi sesudahku”. (Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab
    Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin
Malik).
   
10. Rasulullah SAW menjelaskan: ‘Saya Muhammad, Saya
Ahmad,
    Saya Pembersih dan kekafiran harus dihapuskan
melalui aku;
    Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari
kiamat
    yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat
adalah
    satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya
adalah
    Yang Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang
datang
    sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada’il,
Bab
    Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab
Asma-un-Nabi;
    Muatta’, Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim,
    Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).
   
11. Rasulullah SAW menjelaskan: “Allah yang Maha Kuasa
tidak
    mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak
    memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal
    (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam
masa
    mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi
dan
    kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak
diragukan, suatu
    saat, Dajjal akan datang dari antara kamu”. (Ibnu
Majah,
    Kitabul Fitan, Bab Dajjal).
   
12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya
mendengar
    Abdullah bin ‘Amr ibn-‘As menceritakan bahwa suatu
hari
    Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan bergabung
dengan
    mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah
beliau
    akan meninggalkan kita. Beliau berkata: “Aku
Muhammad, Nabi
    Allah yang buta huruf”, dan mengulangi pernyataan
itu tiga
    kali. Lalu beliau menegaskan: “Tidak ada lagi Nabi
    sesudahku”. (Musnad Ahmad, Marwiyat ‘Abdullah bin
‘Amr
    ibn-‘As).
   
13. Rasulullah SAW berkata: ” Allah tidak akan
mengutus Nabi
    sesudahku, tetapi hanya Mubashirat”. Dikatakan,
apa yang
    dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata:
Visi yang
    baik atau visi yang suci”. (Musnad Ahmad, marwiyat
Abu
    Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain
tidak ada
    kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan
datang.
    Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi
dari Allah,
    dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang
suci).
   
14. Rasulullah SAW berkata: “Jika benar seorang Nabi
akan
    datang sesudahku, orang itu tentunya Umar bin
Khattab”.
    (Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).
   
15. Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu
denganku
    ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi
tidak ada
    Nabi yang akan datang sesudahku”. (Bukhari dan
Muslim, Kitab
    Fada’il as-Sahaba).
   
16. Rasulullah SAW menjelaskan: “Di antara suku Israel
    sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang
berkomunikasi
    dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA.
Jika ada
    satu orang di antara ummatku yang akan
berkomunikasi dengan
    Allah, orangnya tidak lain daripada Umar.
(Bukhari,
    Kitab-ul-Manaqib)
   
17. Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada Nabi yang akan
datang
    sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat
lain pengikut
    nabi baru apapun”. (Baihaqi, Kitab-ul-Rouya;
Tabrani)

Wassalam
M. Nurhuda
http://media.isnet.org/islam/Ahmadiyyah/Dalil17.html

Bacalah artikel tentang Islam di:
http://www.nizami.org

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: