jump to navigation

17 DALIL TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH NABI MUHAMMAD SAW 8 January 2008

Posted by tulisanasrofi in ISLAM.
trackback

17 DALIL TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH NABI MUHAMMAD SAW

1. QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki
di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”

2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang
membangun satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu
kecuali tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang
mengelilinginya dan mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu tidak taruh
batu ini.?’ Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup Nabi-nabi”

3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut’im RA bahwa Nabi SAW
bersabda:
“Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya Ahmad, saya
Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran karena saya, saya Al-Hasyir
yang mana manusia berkumpul di kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi
setelahnya”

4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, bersabda Nabi
Muhammad SAW:

“Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup
para Nabi dan tidak ada nabi setelahku”

5. Khutbah terakhir Rasulullah …

” …Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang sesudahku
dan tidak ada agama baru yang akan lahir. Karena itu, wahai manusia,
berpikirlah dengan baik dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu.
Aku tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh dariku; dan
jika kamu ikuti keduanya kamu tidak akan pernah tersesat …”

6. Rasulullah SAW menjelaskan:

“Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika seorang Nabi meninggal
dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada nabi yang akan
dating sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku “
(Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

7. Rasulullah SAW menegaskan:

“Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat
dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah
bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, tetapi dia
menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum
dipasang. Orang-orang melihat sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi
keindahannya, tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang
dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan aku adalah yang
terakhir dalam jajaran Nabi-nabi”.
(Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

8. Rasulullah SAW menyatakan:

“Allah telah memberkati aku dengan enam macam kebaikan yang tidak
dinikmati Nabi-nabi terdahulu: – Aku dikaruniai keahlian berbicara yang
efektif dan sempurna. – Aku diberi kemenangan kare musuh gentar
menghadapiku – Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. – Seluruh bumi
telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci
bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di
suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas
bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan
tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk
mandi langka. – Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi
seluruh dunia. – Dan jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku “
(Riwayat Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)

9. Rasulullah SAW menegaskan:

“Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada akhirnya. Tidak akan
ada lagi rasul dan nabi sesudahku”.
(Tirmidhi, Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad;
Marwiyat-Anas bin Malik).

10. Rasulullah SAW menjelaskan:

“ Saya Muhammad, Saya Ahmad, Saya Pembersih dan kekafiran harus
dihapuskan melalui aku; Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul pada hari
kiamat yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah satu-satunya
yang akan datang sesudahku); dan saya adalah Yang Terakhir dalam arti tidak
ada nabi yang datang sesudahku”.
(Bukhari dan Muslim, Kitab-ul-Fada’il, Bab Asmaun-Nabi; Tirmidhi,
Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi; Muatta’, Kitab-u-Asma-in-Nabi;
Al-Mustadrak Hakim,
Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).

11. Rasulullah SAW menjelaskan:

“Allah yang Maha Kuasatidak mengirim seorang Nabi pun ke dunia ini
yang tidak memperingatkan ummatnya tentang kemunculan Dajjal
(Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa mereka). Aku yang
terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan kalian ummat terakhir yang beriman.
Tidak diragukan, suatu saat, Dajjal akan datang dari antara kamu”.
(IbnuMajah, Kitabul Fitan, Bab Dajjal).

12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya mendengar Abdullah bin ‘Amr
ibn-‘As menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW keluar dari rumahnya
dan bergabung dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah
beliau akan meninggalkan kita. Beliau berkata:
“Aku Muhammad, Nabi Allah yang buta huruf”, dan mengulangi pernyataan
itu tiga kali.” Lalu beliau menegaskan: “Tidak ada lagi Nabi sesudahku”.
(Musnad Ahmad, Marwiyat ‘Abdullah bin’Amr ibn-‘As).

13. Rasulullah SAW berkata:

” Allah tidak akan mengutus Nabi sesudahku, tetapi hanya Mubashirat”.
Dikatakan, apa yang dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau berkata:
“Visi yang baik atau visi yang suci”.
(Musnad Ahmad, marwiyat Abu Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain
tidak ada kemungkinan turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang.
Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah, dia akan
menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).

14. Rasulullah SAW berkata:

“Jika benar seorang Nabi akan datang sesudahku, orang itu tentunya Umar
bin Khattab”.
(Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).

15. Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali,

“Hubunganmu denganku ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi
tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku”.
(Bukhari danMuslim, Kitab Fada’il as-Sahaba).

16. Rasulullah SAW menjelaskan:

“Di antara suku Israel sebelum kamu, benar-benar ada orang-orang yang
berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun mereka bukanlah NabiNYA. Jika ada
satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi dengan Allah,
orangnya tidak lain daripada Umar.”
(Bukhari, Kitab-ul-Manaqib)

17. Rasulullah SAW berkata:
“Tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku dan karena itu, tidak akan
ada ummat lain pengikut nabi baru apapun”.
(Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani)

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: